#Renungan: Who am I?


Satu hal pertama yang harus dilalui untuk mencapai tahapan kehidupan tertinggi bagiku adalah seberapa mampu kita menjawab pertanyaan mengenai siapakah diri kita. Sebuah pertanyaan yang terdengar naif dan sangat mudah dijawab dan rasanya konyol. Sebuah pertanyaan yang jika kutanyakan kepada kebanyakan orang justru mereka kembali balik bertanya. Sebuah pertanyaan yang sebenarnya terus memiliki jawaban yang berkembang dan berubah dari waktu ke waktu atau justru bisa sangat konsisten. Sebuah pertanyaan yang memiliki jutaan jawaban atau bisa jadi hanya satu jawaban. Sebuah pertanyaan yang indah.

silhouette-68716_640

Namaku, Sari….aku Yanti…aku Nani…Aku Simatupang….Aku Heras…Aku Jaka….Aku dan aku dan aku. Tentang sebuah nama. Dirimu selalu lebih besar dari itu. Seperti halnya kemarin kubaca sebuah statement bagus, “Sebenarnya kita semua telah dihadiahkan dengan paket yang sempurna, sayangnya sebagian besar kita melupakan membuka paketnya”.

Lalu siapakah aku?

Aku adalah sebuah keberadaan. Sebuah ciptaan yang penuh dengan kesempurnaan. Aku bagian dari sebuah kejadian, dan pula bagian dari sebab akibat. Aku adalah seorang pejalan kaki, aku adalah seorang muslim, pula aku adalah seorang pekerja, penikmat kehidupan, dan pembelajar. Aku bagian dari kebaikan yang menginginkan kemerdekaan dari perbudakan bisikan kejahatan. Aku adalah bunga, aku adalah matahari, aku adalah planet, aku adalah langit, aku adalah orbit itu sendiri.

Aku mengendarai itu semua. Aku adalah imaginasi, tapi aku adalah realita itu sendiri. Aku adalah bagian dari perwujudan, dan aku adalah bagian dari kehendak, permintaan, lalu perbuatan. Aku adalah aku. Aku adalah peminta, aku menginginkan setiap bulir kebaikan Tuhan dan setiap tetesan keberkahan. Aku adalah incaran kematian, dan aku adalah kehidupan. Aku adalah aku…aku adalah aku.

Aku bukan kamu, dia, atau mereka. Aku mengendarai kesucian kehendakku. Aku adalah kebebasan itu sendiri. Akubadalah a hingga z, aku adalah bagian dari setiap ayat. Aku adalah kumpulan torehan garis. Aku adalah tanah, air, batu, cahaya, dan akubadalah gumpalan daging, aku adalah api, dan aku adalah semburan mani.

Lalu siapa aku? Aku adalah hamba, seorang dengan kendara agama, aku adalah sujud, aku alas sajad itu. Aku adalah harapan Tuhan. Aku adalah gumpalan keinginan yang terbentuk dalam kejadian lalu merogoh perwujudan. Aku adalah aku…aku bukanlah kamu atau semua diluar batasku. Aku adalah keterbatasan.

Aku muslim, aku islam, aku iman, aku adalah bagian dari kehidupan ini. AKu Kristen, Aku katolik, Aku hindu dan seterusnya. Aku bagian dari ketenangan. Aku bagian dari kebahagian. Aku bagian dari syukur.

Aku dan sejuta paket yang diikutkan bersamaku. Didalamku terdapat sejuta permintaan dan harapan. Didalamku terdapat kepercayaan orang, dan permohonan mereka. Didalam diriku terdapat sejuta kesantunan bapak ibuku, sejuta senyum dan doa penuh welas asih mereka.

Karena itu lah aku ada. Mata ini hanya sebuah jendela yang mengajarkanku…telinga ini pula bersifat sama. Aku telah menjadi sebuah perilaku, aku telah menjadi yang disebut seutuhnya manusia…sampai nantinya menjadi khalifah setelah seluruh jawaban yang terbungkus dalam doa, harapan, pinta itu…terjawab.

Tentang aku masih belum cukup…dan akan terus tumbuh. Tuhan mengajarkanku menjadi akar, daun dan ranting, serta memahamkanku filosofi tumbuh dan berkembang seperti bertemunya putik dan benang sari. Tuhan yang mengajarkanku melebarkan senyum setelah menggurat langit dengan warna pelangi. Tuhanlah yang telah mengajarkanku berani dan membara seperti tulusnya mentari dan welas asihnya rembulan. Tuhan yang mengajarkanku tak sendiri, setelah malam bergelar jutaan gemintang.

Aku adalah sebuah buku yang sedang terus diisikan oleh pena pena…aku adalah seekor gembala ternak yang terus digembalakan oleh kehidupan yang mengajarkan bagaimana menikmati dan bersyukur.

Aku tak hanya belajar setiap goresan hijaiyah atau latin…tapi setiap goresan itu memaknai siapa aku….sebagai hamba illahi yang terus mencari ridhoNya.

Iklan

One thought on “#Renungan: Who am I?

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s