#Religi: Doa dan Alasan


Sedikit ingin berbagi, tentang doa, energi, dan bakat cinta. Tulisan ini saya ambil dari notes yang saya tuliskan beberapa waktu yang lalu di akun facebook saya. Sekali lagi, saya tidak menggambarkan satu agama dan cara berdoa dalam satu agama. Bagi saya, cara berdoa tetap saja harus sesantun mungkin, dan tetap bergembira karena yang kita sambut nantinya adalah kegembiraan itu sendiri, tanpa melepaskan rasa terimakasih kepada Tuhan Sang Maha Pemberi.

Untuk memulainya, kita mulai dengan doa. Siapa yang tidak tahu apa itu doa, kapan kita harus berdoa, dengan cara seperti apa, harus bagaimana, sikap seperti apa, apa dan siapa yang didoakan. Doa bisa diidiomkan dengan permintaan, permohonan, pengajuan proposal dari keduanya kepada Sang Maha Pemberi. Dan ada beberapa hal yang kita harus sadari seperti kapan dan kenapa harus meminta. Hal pertama yang akan saya bagi disini.

Bisa membedakan mana kebutuhan dan hasrat sementara. Sebutkan saja soal makan, bisa digunakan untuk memenuhi kebutuhan perut karena lapar atau memenuhi hasrat rasa pengecap saja. Misal; Saya mau makan bakso, bosen sama nasi. Sudah pasti itu fokusnya adalah pemenuhan kebutuhan rasa pengecap saja dimana makan nasi sudah mencapai titik marginal. Sementara ketika perut melilit karena memang lapar, itulah kebutuhan. Nah sudah jelaskan, kapan dan kenapa harus berdoa? sejak tahu bahwa kita membutuhkan pemenuhan yang sebenarnya menjadi kebutuhan, yang perlu dilengkapi, yang perlu dipenuhi.

Berikutnya masih dengan doa, yang harus diperhatikan adalah bagaimana. Coba kembali sama-sama mengingat kembali mengenai cara berdoa. Tidak ada larangan mengenai bagaimana kita berdoa kecuali ditempat yang tidak suci dan disucikan, namun bukan itu yang akan saya bahas. Berdoa dengan cara yang baik, kalimat yang indah dan penuh dengan permohonan belas kasih…itu sudah pasti. Tapi, ini berhubungan dengan poin pertama…bagaiamana ada yang meminta rejeki padahal butuhnya uang? minta sehat yang seperti apa? minta bahagia yang seperti apa? mau nikah ya minta pengen segera dinikahin dengan pasangan yang bagaimana, kapan dan seperti apa kehidupan setelah nikah nantinya. Fokuskan pada penjelasan yang meski Tuhan sebenarnya sudah tau, jangan diperpendekl waktu ketika berdoa jika memang yang diminta banyak, jika yang dibutuhkan banyak. Jangan tergesa menyelesaikan jika memang belum selesai.

Berikutnya adalah hal yang orang sama tahu, Setelah berdoa…jangan ragu, apalagi takut. Harus penuh percaya diri karena siapa lagi yang bisa memberikan jaminan delain yang Maha Memberi dan Maha Mengetahui itu. Tapi juga harus inget 3 hal mengenai prinsip memberi dan diberi. Karena saya masih yakin bahwa jawaban Tuhan ada 3 ketika kita berdoa.

Jawaban Tuhan ya kaya iklan KB jaman dulu…YA…YA…YA.

Ko gitu? Pernah lihat maling baca doa sebelum beraksi? Berhasil? Bahkan mungkin ada koruptor yang juga berdoa…ini demi anak istri…akhirnya berhasil juga. Namun pastikan, kita punya alasan yang seharusnya itu demi kebaikan. Karena Tuhan tentunya menyukai kebaikan.

Ya…Alasan. Jawabannya adalah selalu ada alasan kenapa dan kapan Tuhan mau mengijabah doa. “Ya” yang pertama iya dikabulkan, diberikan, karena secara psikologis dan harfiah, secara mental dan fisik memang kita udah siap menerima dari apa yang diminta. “Ya” yang kedua, diakbulkan, diberikan, tapi tungguwaktu yang tepat…karena kenyataannya memang kita belum siap. Belum siap menerima secara psikologis dan secara fisik, atau hanya siap salah satunya. Ya yang ketiga, dikabulkan, diijabah, tapi mungkin tidak seperti yang diminta, karena ada alasan bahwa Tuhan tahu yang mana yang lebih baik untuk si pendoa, untuk si peminta. Jadi pastikan…sebelum diberi, kita pasti akan diuji dengan permintaan kita alasannya apa. Pastikan alasan itu yang baik karena Tuhan punya hukum dan aturan yang kita bisa mengerti dari pengalaman hidup yang dialami oleh orang-orang sebelum kita.

Berikutnya adalah “Percaya” atau beberapa orang menyebut dengan “Iman”. Ibarat kata, jangan minta jika tidak percaya. Tapi pastikan kita semua tahu, Tuhan adalah segalanya, maha memberi dan pengasih lagi penyayang. Dan DIA jauh lebih besar dari permasalahan pelik sebesar apapun yang kita punya. DIA adalah jawaban dari setiap pertanyaan dan Pemberi dari setiap permintaan.

Analogi sederhana saja…seseorang titip ke B buat beli rokok…belum ada beberapa detik orang tersebut sudah menanyakan rokoknya sudah dapatkah? 10 detik kemudian bertanya lagi…bertanya lagi dan bertanya lagi. Ibarat bermain layang-layang…gimana mau terbang tinggi jika belum diulur lalu ditarik. Berdoa seberani mungkin, sejelas mungkin, lalu percayakan bahwa Tuhan akan berikan yang terbaik. Karena bagaimanapun, Tuhan adalah yang maha tepat perhitungannya.

Terakhir adalah berdoa ibarat menanam bunga. Jika tidak dipupuk dan disirami berulang kali, maka akan rusak daun dan bunganya…bahkan layu. Jangan cuma sekali, jika belum dikasih…ya berdoa lagi…masih belum ya berdoa lagi…apalagi berdoa kan gratis. Lawan rasa malas dan rasa tidak percaya karena itu bagian dari Iman. JIka kau minta sukses dan berhasil dalam dunia karier, maka berdoa saja tidak akan cukup, bekerjalah, dan lakukan yang terbaik. Jika kau minta sehat, berdoa saja tidak cukup, cukup istirahat, makan yang halal, olahraga teratur dan pola hidup sehat lainnya. Dan seterusnya. Tutur, Hati, Aksi…dan jangan tinggalkan pikiran dan imajinasi atau prasangka positif didalamnya.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s