#Renungan: Rahasia berdekatan tanpa jarak dengan Tuhan


Luar biasa-nya kehidupan ini tidak pernah bisa diungkapkan dengan kata-kata yang dapat menggambarkannya. Tanpa kita sadari, dari bermula dari dalam kandungan seorang ibu, kita sekarang bertambah usia, dan menghadapi kehidupan yang penuh dengan hal-hal luar biasa ini. Kemampuan kita untuk menyadari hanya terbatas oleh memori-memori yang masih terekam dalam otak kita, atau melalui media foto, audio dan video saja. Sedangkan kita terlebih banyak melupakan hal-hal lain. Seiring bertambahnya usia, bertambah rumit hal-hal dan kejadian dalam kehidupan kita.

wpid-fb_img_1430650005898.jpg

Di mulai dari masa kanak-kanak dimana kita masih sangat bergantung pada keluarga, masuk pada masa dewas, masa sebelum menikah yang penuh dengan studi akademis di sekolah maupun bimbingan lembaga pendidikan lain, hingga dewasa setellah terjadinya pernikahan dimana kita telah memiliki momongan dan pada akhirnya menjelang masa tua dan mendekatnya ajal.

Siklus kehidupan yang benar-benar mengagumkan, sangat luar biasa. Tapi lihat, sebagian besar dari kita, diantara kita masih jatuh dan bahkan tidak dapat berdiri dalam menjalani peran kehidupannya. Mereka yang terjerat masalah kehidupan, yang berdatangan silih berganti, baik pribadi maupun sosial dan agamis. Maka sebagai manusia, ciptaanNYA, kita dan mereka pun berhadapan dengan perihal kehidupan yang sangat luar biasa. Mampukah kita menghadapi perihal peranan kehidupan yang harus kita jalani untuk dapat sekedar “dapat lolos” atau benar-benar ingin bahagia?

Benang merahnya adalah sejauh mana kita mampu meningkatkan kualitas diri dalam menghadapi perihal peranan kehidupan tadi. Yakni peningkatan pendewasaan dan kebijaksanaan, kesabaran dan keikhlasan, dan yang terpenting adalah rasa syukur kita terhadap Sang Maha Kuasa. Inilah yang disebut kebahagiaan.

Tulisan ini saya buat karena melihat perjalanan saya pribadi dan orang-orang yang hidup di lingkungan dan bahkan melihat dari kenyataan-kenyataan lain, melalui mass media dan media elektronik; yaitu bagaimana kita dapat menjalani peranan kehidupan ini. Yang saya ingin bahas adalah tentang curhat, curahan hati, dimana seorang manusia berharap untuk dapat didengarkan guna mengurangi beban dan merasa lega atau bahkan berharap untuk dapat menemukan solusi. Tujuan dari curhat (curahan hati) pada umumnya adalah berusaha untuk didengarkan dengan harapan mendapatkan solusi bagi masalah yang dihadapi seseorang.

Kesalahan fatal bagi beberapa orang adalah tidak menemukan orang yang tepat sebagai pencurahan isi hati, atau bahkan tidak dapat menemukan solusi bagi permasalahan yang dihadapinya. Sehingga tindakan akhirnya adalah hanya sebuah kepasrahan, keikhlasan, syukur dan tabah, atau berupa penyesalan, kekesalan, menggerutu, bertindak menyimpang sebagai pelarian, dan bahkan mengakhiri hidupnya.

Sayang bukan? Tuhan tidak akan memberikan masalah kepada seseorang dimana orang tersebut tidak dapat menanggungnya. Dengan kata lain sebenarnya selalu ada jalan keluar bagi setiap kebuntuan. Dan curahan hari atau curhat adalah jalan keluar yang biasanya digunakan seseorang jika merasa terpojok dan tidak menemukan jalan keluar. Namun bagaimana jika anda benar-benar menemui kebuntuan setelah anda banyak berharap pada sesama manusia?

Manusia adalah ciptaan dengan kemampuan yang luar biasa, namun tidak semua manusia bisa memanfaatkan kelebihan yang diberikan oleh TUHAN. Pada kenyataannya, tidak semua manusia membuka hadiah paling besar dalam kehidupannya, paket yang telah disiapkan oelh Tuhan, metode berpikir yang benar.

Jika anda merasa terpojok dan hanya menemukan jalan buntu, sedangkan anda sudah merasa berdoa namun masih saja belum menemukan solusi, apakah ini berarti sebuah kebuntuan dan masalah ini berarti di luar kemampuan anda? Tunggu dulu, jangan tergesa-gesa mem-vonis hidup anda.

Pertanyaannya, sudahkah anda berdoa atau curhat dengan benar terhadap Tuhan? Atau benarkah Tuhan tidak mendengarkan doa-doa dan curhatan anda?

Kesalahan praktis dalam mem-vonis ini seringkali menghancurkan hidup manusia. Dalam setiap doa anda dan curhat anda kepada Tuhan, sebenarnya DIA telah memberikan jawaban. Namun kekalutan dan ketakutan manusia yang sedang dirundung permasalahan justru membuatnya semakin jauh dari jawaban itu. Mereka cenderung mencari jawaban dari pendapat orang lain, padahal bisa jadi Tuhan memberikan jawaban dalam diri mereka sendiri, namun mereka tidak sensitif dan bahkan mereka tidak berani mengikuti jawaban itu.

Tapi tunggu, tulisan ini bukanlah kajian agamis, melainkan lebih menekankan pada sisi psikologis dan mental manusia. Manusia memiliki sifat baik dan buruk, atas dan bawah, kanan dan kiri. Sifat baik ini akan mendekatkan anda pada jawaban yang anda cari, adalah ikhlas, sabar, pasrah dan syukur. Namun terdapat sifat buruk berupa takut, cemas, khawatir, dan munafik; sifat-sifat inilah yang cenderung menjauhkan seseorang dari jawaban yang dicari.

Contoh kasus, seseorang yang terlilit hutang hingga ratusan juta bahkan dengan angka fantastis diatas kemampuan ekonominya. Untuk mengatasinya dia harus kehilangan apapun yang dimilikinya, termasuk rumah dan kendaraan mewah. Dalam doa dan curhatnya dia meminta pertolongan Tuhan, namun dalam kehidupan nyata, dia takut kehilangan kepemilikannya. Dia berusaha mencari hutang di sana-sini untuk menutup lubang, curhat kepada orang untuk mendapatkan pinjaman. Namun ketika dia tidak mendapatkan hasil dan harus kehilangan segala kepemilikannya, kemewahannya, dia justru hilang kendali, stress, depresi. Siapapun pasti takut kehilangan, akan tetapi yang perlu anda ingat, kembalikan semua permasalahan anda pada Tuhan.

Jika memang harus kehilangan sesuatu, maka ikhlaskan dan tabah. Jika anda terpojok dan merasa jauh dari pertolongan, maka kembalilah padaNya, bermohonlah padaNya. Tuhan tidaklah jauh dari anda, melainkan Dia lebih dekat dari urat leher anda sendiri. Jika dengan kehilangan kekayaan anda adalah sebagai pemecahan masalah anda, maka itulah jawaban bagi anda. Jika kematian adalah jawaban dari ujung perobatan anda yang sedang mengidap penyakit parah, maka kembalikanlah pada Tuhan, bermohonlah padaNya. Saya mengatakan Tuhan tidaklah jauh, karena ya, itu memang benar. Kemajuan zaman dengan teknologinya yang semakin canggih justru menjauhkan manusia dari mengingat kebesaran Tuhannya.

Pernahkah anda melihat seseorang yang datang ke dokter lalu mendapat vonis mati dalam beberapa hari atau bulan, akan tetapi dalam kepasrahan dan keyakinannya pada Tuhan akan kesembuhan terhadap penyakit parahnya, justru dia semakin membaik dan bahkan melewati ajal yang ditetapkan seorang dokter ahli. Bagi anda yang memang merasa hidup anda penuh dengan permasalahan genting yang bertubi-tubi, saya ingin anda membaca posting ini. Saya tidak sedang berusaha untuk memberikan jawaban atau solusi pada anda, namun saya hanya bisa memberikan semangat kepada anda untuk dapat tetap bertahan. Dan anda dapat memulainya dari diri anda sendiri saat ini.

Jika anda merasa terpojok dan tidak bisa keluar, bisa jadi Tuhan memang sedang memperingatkan anda. Apa yang dapat anda lakukan? Kembalikanlah semua padaNya dan mendekat padaNya.

Berikut saya akan memberikan beberapa teknik universal, teknik global, yang sering digunakan oleh orang-orang yang menghendaki dirinya dapat menjadi lebih kuat dalam menghadapi cobaan dan permasalahan yang diberikan kepadanya. Demikian saya mengatakan sebagai teknik global, karena ini bukanlah teknik agamis, namun anda pun sering menjumpainya dalam setiap agama, dalam norma keberadaban, norma kehidupan.

Teknik ini di sebut sebagai #syukur. Bersyukur adalah sebuah cara meditasi, sebuah cara berdoa yang dipenuhi dengan banyak elemen kesabaran, kepasrahan, narimo, berkesediaan, ikhlas, sebuah cara mengambil tindakan sebelum bertindak lebih jauh. Apa efek besarnya bagi yang menjalani teknik ini? Tentu saja bagi yang menjalani harus kehilangan harta benda ataupun kematian seseorang, teknik ini bukanlah sebuah jawaban yang bisa digunakan untuk mengembalikan harta yang hilang atau nyawa yang sudah kembali padaNya. Akan tetapi, dengan teknik ini, bagi anda yang merasa bermasalah dan mengalami depresi, anda dapat belajar mengenal ikhlas dan syukur dalam waktu bersamaan. Teknik ini menumbuhkan semangat perjuangan seseorang yang mengalami depresi. Toh, anda tidak akan pernah dapat mengembalikan semua yang telah hilang sekalipun anda memaksa, itu sudah jadi jalan hidup anda, dan Tuhan yang memilihkannya untuk anda berlatih dengannya.

Kesibukan manusia menjadikan teknik ini terlupakan. Dalam diri anda, anda dapat menemukan banyak kebijaksanaan dan kebahagiaan, namun kebanyakan dari anda enggan dan tidak perduli dengan hal itu. Anda dapat menjawab dan menemukan solusi dalam diri anda sendiri, namun ketakutan anda menjadikan anda menemui jalan buntu. Anda terlalu sering tenggelam dalam kesedihan dan ketidak-relaan.

Pada dasarnya teknik ini digunakan manusia pada awalnya adalah untuk menemukan jawaban dari pertanyaan-pertanyaan filosofis dalam dirinya. Pertanyaan-pertanyaan itu berupa; siapakah aku? Siapakah penciptaku? Bagaimanakah aku diciptakan? Adakah kehidupan di luar kehidupanku? Dan seterusnya. Melihat kegunaannya, bukan berarti anda hanya bisa menjawab pertanyaan filosofis seperti itu saja. Namun anda pun dapat bertanya, “Apakah aku bisa bertahan dengan permasalahan ini?”, “Apakah jalan keluar dari permasalahan ini?”, “Apa yang sebenarnya harus aku lakukan agar dapat bahagia dan apa maunya Tuhan dan kehidupan dari saya?”, dan seterusnya. Karena itulah teknik bersyukur semakin berkembang dan terdapat perbedaan dalam pemahaman dan fungsi dalam penggunaannya.

Berikut saya akan memberikan langkah-langkah dalam teknik syukur ini. Tidak ada salahnya anda mencobanya jika anda memang yakin dan mempunyai keinginan untuk kuat dan berhasil, terutama untuk memahami kebahagiaan yang sebenarnya bagi diri anda sendiri.

Curhat pada Sang Maha Kuasa berarti kita ingin didengarkan oleh-Nya, ingin mendekat dan mendapatkan pertolongan dariNya. Kita ingin dibukakan jalan oleh-Nya.

Bisakah?

Jawabannya SANGAT BISA. Tuhan kan Maha Mendengar. Hanya kita yang sering kali tak mau bicara pada-Nya. Tuhan Maha Pemberi Solusi, hanya kita yang terlalu sombong tuk bertanya pada-Nya. Tuhan Maha Baik. Kita saja yang suka berprasangka buruk pada-Nya.

Caranya sebagai berikut… Pada prinsipnya, semua cara komunikasi yang kita kuasai, bisa dilakukan. Anda bisa teriak atau berbisik. Anda bisa tertawa atau menangis. Anda bisa berkata-kata atau bernyanyi. Anda bisa gunakan bahasa daerah, nasional atau bahasa apapun yang anda merasakan nyaman dalam menggunakannya. Bisa lewat kata atau rasa. Silakan saja. Yang penting, ketika anda mencurahkan isi hati itu anda bisa merasakan kehadiran-Nya.

time-to-pray-now

  1. Doa Panjang

Anda berdoa, namun kali ini usahakan berdoa yang sangat panjang. Jika selama ini anda sering menanggalkan doa, memperpendek waktu dengan meyegerakan diri untuk segera berpaling dari Tuhan dengan melipat sajadah atau keluar dari gereja. Kali ini, berdoa sepanjang mungkin sampai anda merasakan kelegaan di dalam hati anda. Sampai anda merasakan bahwa DIAlah yang paling setia mendengarkan anda bahkan ketika anda berulang kali meninggalkan DIA.

Isi dari doa anda bukan hanya mengenai permintaan saja. Saya wajibkan anda bersyukur, lebih banyak menyebutkan nikmat-nikmat yang telah Tuhan berikan untuk anda. ”Engkau telah memberiku …….. Karenanya aku menjadi ………Ya Tuhanku, terima kasih.” dan seterusnya. Cobalah sampai anda merasa kelegaanm menghampiri anda, karena dengan begini solusi pasti akan datang, obat dari penyakit anda akan ditemukan, cara dari kemiskinan anda akan dikuak.

  1. Senyum Tuhan

Teknik ini sangat sederhana. Anda tersenyum dan senyum itu anda tujukan untuk Tuhan. Lokasi terbaik adalah di tempat yang lapang. Atau anda bisa melihat langit yang biru atau hitam. Sambil menutup mata pun bisa. Yang penting senyum itu untuk Tuhan. Anda akan merasakan kehadiran Tuhan. Anda dapat menyaksikan betapa besar kuasa Tuhan, seperti bagaimana langit dapat tetap kokoh berdiri padahal tidak terdapat tiang penyangga. Bagaimana dan berapa jumlah tangan Tuhan sampai anda harus berpikir DIA harus selalu sibuk mengurus anda padahal ada burung, semut, ulat, kecoa, bahkan daun yang jatuh juga membutuhkan cinta dan welas asihNYA. Anda akan merasa lebih tenang karena adanya pemahaman ini, seolah Tuhan lega dan tersenyum karena anda akhirnya memahaminya.

Cara ini sangat simple dan berbeda dari cara sebelumnya. Anda hanya perlu tersenyum, senikmat mungkin sampai anda merasakan kelegaan, merasakan bahwa Tuhan pun tersenyum kepada anda, sampai anda merasa dapat melebur dengan alam semesta. Senyum ini akan menjadi obat dan kekuatan bagi anda untuk bangkit.

  1. Kesadaran Nafas

Bayangkan anda di akhir hidup anda. Anda tiba-tiba bernafas untuk yang terakhir kalinya. Maka nafas itu akan sangat berharga kan? Teknik ini dilakukan dengan bernafas yang seakan-akan anda bernafas dengan menarik udara yang terkandung energi welas asih Tuhan di dalamnya. Bayangkan nafas itu ditarik oleh paru-paru anda yang lapar, lalu oksigen masuk kedalam jantung dan dipompakan dari pusat. Sementara oksigen dan daya-daya cinta Tuhan tersebar ke seluruh penjuru tubuh anda, tidak ada yang terlewatkan sedikitpun.

Bernafaslah senyaman mungkin, sedalam mungkiun, senikmat mungkin sampai anda merasakan kelegaan, kenyamanan dan harmonisasi yang luar biasa dalam pikiran anda Rasakan nafas tersebut sampai seolah anda merasa sedang bernafas bersama Tuhan. Seolah-olah Tuhan berada dalam satu harmoni dengan tarikan dan hembusan nafas anda, bahkan jika itu adalah nafas terakhir anda, anda akan merasakan kelegaan dan kenyamanan, dijauhkan dari perasaan cemas dan takut. Ini adalah cara simpel lain untuk curhat dengan Tuhan. Dalam setiap nafas ini, anda akan merasakan bahwa pertolongan Tuhan sangatlah dekat dan nyata.

Nah, saya tentunya akan lebih memilih ketiga cara ini daripada sibuk menggerutu akan setiap problematika kehidupan yang dialami. Hidup ini sudah cukup banyak kesulitan yang berlalu lalang, dan menggerutu tidak akan banyak membantu. Jadi saya sering menggunakan cara ini untuk berdekatan tanpa jarak dengan Tuhan. Karena dengan begini semua curhat saya pasti didengarkan. Dan bagaimana dengan anda? Masih mau curhat di media social atau chat?

Iklan

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s