#Mind Management: Program Kondisi Mental Belajar Baru


Sudah mencoba berbagai cara untuk memaksimalkan hasil belajar? Pada artikel kali ini, saya akan berbagi artikel tips untuk membuat kondisi mental belajar yang sempurna dan bergairah sehingga dapat mengantarkan kita kepada hasil belajar yang maksimal. 


Saya kira artikel ini tidak hanya penting bagi pelajar saja, karena dalam usia berpapun dan dalam jabatan dan kondisi apapun, kita semua tentunya masih terus belajar. Apalagi bagi kita yang merupakan orang-orang baru dalam dunia yang dimasuki semisal tempat kerja baru atau sekolah baru dengan lingkungan yang berbeda dan orang-orang yang tidak kita kenal. 


Seberapa penting sih kondisi #mental #belajar itu? 

Sangat penting tentu saja, karena kondisi #mental #belajar adalah motivation source atau sumber semangat #belajar bagi seseorang. Jika seseorang terlanjur melakukan pendekatan yang salah terhadap pembentukan kondisi #mental belajarnya, maka akan menyebabkan kualitas #belajar yang pula kurang bagus.


*Sebagai gambaran, bahwa kondisi #mental #belajar adalah sebuah kondisi psikologis atau pikiran yang dialami pada saat belajar. 

Pendekatan terhadap kondisi #mental #Belajar yang tepat

Terdapat 2 jenis pendekatan terhadap pembentukan atau pemrograman kondisi #mental #belajar, yakni: metode pendekatan Pull yang lebih kepada fokus terhadap pemberian imbalan dan hadiah atau bonus yang didapatkan sebagai hasil dari usaha belajar yang terjadi; dan metode pendekatan Push yang terfokus pada pemberian “punishment” atau hukuman, aturan, pembatasan, jika terjadi kegagalan terhadap usaha belajar yang sudah dilakukan. 

Sebagai contoh:

Seorang Guru / Pendidik / Orang tua melakukan pendekatan Pull terhadap siswa / anaknya dengan memberikan tekanan berupa barang siapa yang mampu mencapai #prestasi tertentu maka akan mendapatkan imbalan / bonus / hadiah sebagai penghargaan terhadap setiap usahanya dalam pembelajaran.

Hasilnya siswa dan anak akan lebih terpacu dan bersemangat dalam meningkatkan kualitas belajarnya dan merasa bebas dari tekanan.

Sementara seorang pengusaha yang menerapkan metode Push dengan tekanan berlebih pada punishment atau hukuman, dari hukuman ringan hingga pemecatan jika saja terdapat pegawai yang melakukan pekerjaan dengan tidak baik, hasilnya akan memberikan tekanan pada mental pegawainya, akibatnya produktivitas kerja pun jadi hancur karena semangat dan orientasi kerja menurun dan kehilangan arah.

Hubungannya terhadap kondisi #mental #belajar?

Kenyataannya saya seringkali menemukan seorang pelajar baik dalam tingkatan sekolah menengah hingga tingkatan universitas sekalipun, lebih menggunkan metode “push” dari pada metode pendekatan “pull” yang sebenarnya jauh lebih menguntungkan secara moril.

Seorang pelajar / mahasiswa dengan pendekatan push cenderung untuk melihat kegagalan dalam usaha belajarnya. Yang ada, mereka pun cenderung mendorong dirinya untuk mendapatkan #prestasi #belajar yang lebih baik dengan penekanan pada: bahaya jika gagal, menghukum diri, mempersalahkan diri, merasa bodoh, merasa terkucilkan, merasa malu, dsb.

Sistem bawah sadar mereka akan membentuk sistem yang kental dengan nuansa belajar yang menyeramkan, menakutkan, penuh rasa malas, penuh ancaman dan tekanan, dimana kegelisahan dan kecemasan begitu tinggi dna sangat mengikat. Konsekuensinya, kehancuran dan kegagalan total dari sistem belajar. Mereka akan cenderung tergesa-gesa dalam usaha belajarnya. Semakin takut seseorang berbuat kesalahan, kecenderungannya adalah akan melihat banyak faktor dan banyak hal yang direkam sebagai kesalahan dan error.  


Dengan kejadian tersebut, kenikmatan dan kenyamanan dalam #belajar akan berkurang, daya serap dalam #belajar saat tergesa-gesa pun akan melemah, sementara fokus dan konsentrasi hanya pada hasil akhir yang gagal, motivasi #belajar menjadi musnah karena seluruh energi tercurah pada usaha #belajar yang terpaksa dan tidak menyenangkan.

Cara memprogram kondisi #mental #belajar yang berkualitas

Adapun cara untuk memprogram kondisi #mental #belajar adalah dengan memberikan sentuhan pendekatan Pull yakni dengan mengubah fokus dari Punishment  atau hukuman dan lebih kepada imbalan, bonus, belajar menguasai hal dan subjek baru, pengalaman baru, kenikmatan dan kenyamana dalam belajar, dst. Hal menyenangkan yang dapat membentuk semangat dalam belajar  pun akan menumbuhkan minat #belajar yang tinggi, penghargaan terhadap usaha yang telah dilakukan, dan peningkatan kepercayaan diri. Dan hal ini pun berlaku bagi para Guru dan Ibu rumah tangga yang mendidik dan memberikan pengajaran.

Berikut saya sampaikan beberapa poin program penguatan kondisi #mental #belajar yang efektif melalui sentuhan “Pull”:

  1. Berikan bonus / imbalan / hadiah, sebagai penghargaan terhadap usaha #belajar baik kepada diri sendiri atau kepada anak / siswa. Hadiah atau imbalan tersebut lebih kepada sesuatu yang tidak dapat dibeli dan mudah didapat / dinikmati pada waktu biasa.
  2. Berikan penguatan pada saat rasa takut dan cemas muncul. Semakin besar rasa takut dan cemas, maka semakin besar pula imbalan yang akan diterima dari hasil usaha belajar, misalkan: kelegaan, kenyamanan, kepuasan batin, dsb. Sugesti dapat berupa kata-kata yang bentuknya adalah pelegaan dan motivatif.
  3. Selalu berikan motivasi berupa visualisasi atau penggambaran bahwa anda / anak / siswa sedang menikmati hasil dari usaha #belajar yang telah dijalankan. Misal: betapa leganya jika sudah bertemu dengan dosen, jika sudah mengerjakan pekerjaan rumah, atau betapa tenangnya dan senangnya setelah selesai ujian, dsb. Gambarkan sejelas mungkin dan gunakan relaksasi sebagai cara agar gambaran tersebut mampu terekam dengan baik oleh sub-conscious mind atau pikiran bawah sadar.
  4. Lakukan 3 langkah diatas sesering mungkin apalagi pada saat menghadapi peluang #belajar dan lakukan variasi sehingga tidak menimbulkan efek jenuh.
  5. Pada waktu tertentu, pada saat semangat hilang, ketakutan dan kecemasan muncul, lakukanlah rileksasi pikiran, jika perlu bermainlah untuk menenangkan pikiran, dan berkumpulah dengan orang-orang yang mampu meningkatkan semangat, perhatikan dan dengarkan bagaimana mereka berusaha dan mengusahakan yang terbaik dalam upaya dan usaha belajar mereka.
  6. Tepati janji anda dalam pemberian imbalan.

Nah saya kira ini yang dapat saya sampaikan mengenai cara pembentukan atau pemrograman kondisi #mental #belajar yang efektif untuk hasil belajar yang berkualitas dan maksimal pula. Semoga menjadi artikel yang bermanfaat bagi anda.

Selamat mencoba dan salam sukses.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s