#Renungan: Memaknai Impian


Konsep mengenal diri tidak berhenti hanya sampai kita semua dapat menjawab mengenai siapakah diri kita yang sebenarnya. Begitu banyak konsep dalam membangun diri dan sampai saya berjumpa dengan teori-teori jawa yang sangat menarik.

Di satu waktu saya berjumpa dengan seorang guru muda yang menerangkan tentang konsep pengenalan diri ala kejawen yang cukup menarik perhatian saya. Sebenarnya Beliau sendiri hanya menerangkan tentang bagaimana kita dapat mencapai kesuksesan dalam penggapaian cita-cita. Akan tetapi teori kejawen yang disampaikan sangat mudah dicerna dan pada kenyataannya terjadi dalam kehidupan sehari-hari.

Silakan renungkan kalimat kejawen berikut.

  • Aku kang aku-aku
  • AKu kang kowe
  • Aku kang sejati

Dalam penjelasannya, bahwa ketika seseorang memiliki impian, maka seseorang tersebut wajib menjaga konsistensi bermimpi dan bernai merdeka agar dapat mencapai nilai sukses yang hakiki. Nilai kesuksesan yang dimaksudkan adalah nilai kebahagiaan yang sebenarnya. Selama ini begitu banyak orang menjelaskan definisi sukses sebagai pencapaian target, selalu berhubungan dengan hal-hal dalam bentuk fisikal seperti harta dan kekayaan.

Impian atau cita-cita memiliki pemaknaan yang sangat luas dan mencakup begitu banyak hal yang tidak terbatas. Dan kebanyakan dari kita tidak konsisten dalam memiliki dan merajut impian atau cita-cita.

  • Aku kang aku-aku

Maknanya disini adalah kita yang hanya mengaku-aku saja, Bahwa banyak orang tidak menjadi dirinya sendiri, terlebih hanya sekedar mengaku-aku saja. Bermimpi yang mengikuti trend, mengikuti mode, mengikuti kemauan khalayak banyak. Impian dan cita-cita yang dituju tidak benar-0benar hadir dari dalam diri, bukan sesuatu yang merdeka dan original. Sebagiannya memaksakan diri bermimpi seperti apa yang diimpikan orang.

Perhatikan baik-baik bagaimana orang-orang seperti ini tidak konsisten dalam memiliki dan mengejar impian mereka. Mereka hanya mengekor pada orang yang dikagumi, hanya mengikuti apa yang sedang booming dan populer.

  • Aku kang kowe

Berikutnya adalah jenis orang yang memiliki impian yang disebabkan orang lain yang memiliki pengaruh. Mereka pun hanya mengikuti dan mengekor, begitu patuh pada impian yang telah di set dan diprogram oleh orang yang memiliki pengaruh dalam hidup.

misalnya, seorang kekaish yang begitu dalam cintanya mengubah haluan impiannya sebagai seorang guru untuk menjadi pedagang emas dan berlian; seorang anak yang terpaksa menjadi pegawai negeri sipil karena permintaan sang Emak, dan seterusnya.

Apakah mereka merdeka, tentu saja tidak. Apakah mereka bahagia? Hanya mereka yang tahu.

  • Aku kang sejati

Arti dari kalimat ini adalah seseorang yang telah benar-benar tenggelam dalam impiannya dalam artian serius dalam membangun kehidupan untuk mengejar apa yang dicita-citakan. Orang-orang yang mengenal diri lebih dalam dan begitu merdeka karena telah mencapai kebebasan memilih dna menentukan tindakan atas setiap pikiran. Mengerti benar nilai hakiki kebahagiaan yang tidak dapat dipaksakan. Bahagia yang tidak dapat dibentuk oleh faktor eksternal, bahagia yang dijemput dan dibentuk.

JIka menjadi seorang peternak adalah apa yang disukai, seseorang tidak akan menjadi seorang pemburu atau guru. JIka seseorang telah menentukan memilih sebagai seorang penjahit dan desainer maka seseorang tidak akan memilih menjadi pegawai negeri. Inilah cara mencapai kondisi bahagia menurut teori ini.

_________________________________________________________________________________________________

Dari ketiga inpirasi singkat ala kejawen tersebut diatas, saya akhirnya berpikir untuk menuliskan artikel ini. Bahwa konsistensi dalam mengejar impian sangatlah penting. Mengibaratkan bahwa memiliki impian seperti halnya kita menikahi seorang gadis atau seorang pria yang kita pilih. Apakah kita memilih secara merdeka atau sembarangan? Karena jika kita salah memilih menikahi impian atau cita-cita, maka apakah kebahagiaan itu akan hadir?

Iklan

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s