Kingdom of God


Hari ini saya berjumpa seorang kawan lama… kawan semenjak tujuh tahun lalu mengenalnya. Dan banyak hal yang kita bicarakan akhir akhir ini. Sejak dulu saya selalu menggumi pemikiran pemikirannya yang selalu saja nyeleneh, tidak nyambung, nyerempet, tapi juga banyak hal didalamnya yang tersirat. 

Saya terbiasa memanggilnya Al Hajj. Dia mungkin jauh lebih tua, tapi semangatnya saya rasa selalu bisa lebih muda 10 tahun dariku. Tertawa sambil melihat langit adalah salah satu ciri khasnya. Saya selalu berpikir, dia mungkin melihat sesuatu yang saya tidak pernah melihatnya…tapi entahlah. 

Hari ini, dia datang kepadaku dan menyampaikan satu kalimat yang bikin kuping panas. Tanyanya, ‘Mau lihat kerajaan Tuhan, Mas?’ 

Singkat sambil mengkerutkan kening saya jawab, ‘Ya iyalah… dan kenapa pertanyaanmu aneh?!!’ 

Seperti biasa, tertawa sambil melihat langit, menghela nafas… lalu kembali menariknya lebih dalam… melihat kearahku sambil tersenyum, lanjutnya, ‘payah kamu!!!’ 

Tambah mengkernyitkan dahi, saya kembali nanya, ‘apanya yang payah?’ 

‘Kamu bilang mau bangun istana, sama teman-temanmu… mana? ‘ sahutnya kembali. 

Menghela nafas panjang, saya tidak menjawab kecuali keluar kata’ oh… itu ya… ‘

‘ Tuhan ini lebih hebat dari konsultan bisnis manapun, buka lapaknya aja 24 jam tanpa pake ganti shift kerja. ‘

‘ Bayangkan kalo Tuhan ni pake sistem kerja 8 jam dengan 1 jam istirahat dan kalo saja dia perhitungan… mungkin bill gates, steve jobs, atau bahkan para leader lain ga akan sampe tempatnya sekarang… ‘

Saya cuma nunduk, tidak sedikitpun berani menatap wajahnya yang masih tetap tersenyum. 

‘Saya kangen lo… kamu dulu ceria, ada ngga ada orang, sendiri atau bersama, kamu selalu merespek Tuhan dengan cara seenak udelmu di waktu yang warna mataharinya beda beda kamu tetep aja konsultasi ma dia dengan kalimat simpel… Tuhan, Gusti, Ya Rabb… kulo kedhah pripun… Saya harus gimana’

‘Lalu sambil nunggu jawaban Sang Pemilik Jawaban… kamu ngga diem, serta merta kamu lanjut kerja, berprasangka positif… sampai akhirnya terbukti, terjawab, apa yang jadi pertanyaan kamu. ‘

celetuk kata ‘iya’ sambil meneteskan air mata. ‘Duh Gusti, maafkan hamba’, hanya itu yang saya bisa lakukan. 

Dia menghampiri dan menepuk pundakku, ‘Jangan lupa satu hal ini, DIA adalah konsultant bisnis terbaik, semua ilmu Dia genggam, semua skills Dia miliki, semua gelar kehormatan Dialah yang ngampu… jadi jangan lupakan Dia.’ 

‘Jangan terburu mendirikan kerajaan Tuhan yang lain sebelum kamu lihat sendiri, kerajaan Dia dalam makna yang hakiki. ‘

Sayonara distance

Ibrahim al Hajj

Abi Andaya Iswara

Iklan

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s